You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Sukamenak
Desa Sukamenak

Kec. Bantarujeg, Kab. Majalengka, Provinsi Jawa Barat

Petani Milenial: Wajah Baru Pertanian Desa Sukamenak

Administrator 15 Oktober 2025 Dibaca 29 Kali
Petani Milenial: Wajah Baru Pertanian Desa Sukamenak

Majalengka, Jawa Barat — Di tengah derasnya arus modernisasi dan pergeseran minat generasi muda ke sektor industri digital, Desa Sukamenak di Kecamatan Bantarujeg justru menunjukkan arah berbeda. Di desa ini, muncul semangat baru yang digerakkan oleh kelompok muda yang kembali ke akar kehidupan: menjadi petani. Mereka disebut sebagai Petani Milenial, wajah baru pertanian desa yang membawa perubahan besar bagi ekonomi dan masa depan Sukamenak.

Bangkitnya Semangat Bertani di Kalangan Anak Muda

Beberapa tahun terakhir, banyak anak muda Desa Sukamenak mulai melirik kembali profesi petani. Bukan sekadar karena warisan keluarga, tetapi karena mereka melihat potensi besar di balik tanah subur Majalengka.
Dengan dukungan pemerintah desa dan penyuluh pertanian, mereka mulai menerapkan teknologi modern, penggunaan pupuk organik, hingga sistem pertanian presisi yang ramah lingkungan.

“Dulu kami malu disebut petani, sekarang kami bangga karena hasil pertanian kami bisa dijual online dan dikenal sampai luar kota,” ujar salah satu petani muda Sukamenak yang kini mengelola lahan sayuran organik.

Pertanian dan Teknologi: Kolaborasi Cerdas

Petani milenial Sukamenak tidak lagi hanya mengandalkan cangkul dan pupuk konvensional. Mereka sudah mengenal irigasi otomatis berbasis sensor, drone pemantau tanaman, hingga pemasaran digital lewat media sosial dan marketplace.
Program pelatihan dari pemerintah dan komunitas lokal membuat mereka melek teknologi dan mampu mengubah wajah pertanian menjadi lebih produktif.

Selain itu, platform digital seperti e-commerce lokal pertanian membantu mereka menjual hasil panen secara langsung tanpa perantara, meningkatkan keuntungan dan menjaga kualitas produk.

Komoditas Unggulan: Dari Padi Hingga Sayur Organik

Lahan pertanian Sukamenak yang subur membuat berbagai komoditas unggulan tumbuh baik.
Selain padi sebagai hasil utama, kini desa ini juga dikenal dengan sayuran organik, cabai merah, dan jahe gajah.
Kelompok petani muda bahkan mulai menanam tanaman hortikultura bernilai tinggi, seperti tomat ceri dan paprika lokal, untuk memenuhi pasar modern.

Dengan strategi tanam bergilir dan pemanfaatan pupuk kompos buatan sendiri, para petani milenial mampu menjaga ketahanan produksi dan menjaga kualitas tanah tetap sehat.

Peran Pemerintah Desa dan BUMDes

Pemerintah Desa Sukamenak aktif mendorong regenerasi petani dengan menyediakan pelatihan, modal bergulir, dan akses pasar.
Melalui BUMDes Sukamenak Sejahtera, hasil pertanian lokal kini diolah dan dikemas menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, seperti beras organik dan rempah siap olah.

Kepala Desa Sukamenak menegaskan bahwa sektor pertanian adalah pondasi utama pembangunan desa.
“Selama kita punya lahan dan semangat, pertanian tidak akan pernah punah. Yang berubah hanyalah caranya,” ujarnya dalam sebuah wawancara lokal.

Pertanian Berkelanjutan Menuju Kemandirian Pangan

Gerakan petani milenial tidak hanya tentang keuntungan ekonomi, tapi juga tentang menjaga alam.
Dengan prinsip pertanian berkelanjutan, mereka menghindari penggunaan pestisida berlebihan dan mulai beralih ke pupuk organik cair hasil fermentasi alami.
Langkah ini menjadikan Sukamenak sebagai salah satu desa yang berpotensi menjadi model desa hijau di Majalengka.

Masa Depan Pertanian Sukamenak

Melihat antusiasme anak muda dan dukungan penuh dari pemerintah desa, masa depan pertanian Sukamenak tampak cerah.
Dengan kombinasi antara tradisi dan inovasi, para petani milenial kini bukan hanya penanam padi, tetapi juga penggerak ekonomi desa.

Mereka bukan hanya menanam untuk hidup, tapi hidup untuk menanam — menanam harapan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bagi generasi mendatang.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image